SEKILAS INFO
: - Saturday, 16-10-2021
  • 3 bulan yang lalu / MOHON PERHATIAN! PPDB 2021/2022 DITUTUP

_Oleh : Nur Alam_

Setiap ujian hidup pasti ada hikmah di baliknya. Begitu pula ujian Allah berupa pandemi covid-19 membawa hikmah yang besar bagi orang-orang yang beriman (QS. 29:2).

Hampir seluruh aktivitas manusia terkendala, bahkan lumpuh, karena covid-19 ini. Tak terkecuali dunia pendidikan, yang kegiatan initinya adalah proses pembelajaran.

Diawali tanggal 16 Maret 2020 sampai hari ini, bulan September 2020, praktis kegiatan proses pembelajaran di sekolah-sekolah formal dan pesantren-pesantren _(boarding schools)_ diselenggarakan dengan pembelajaran jarak jauh _(distance learning)._

Pertanyaannya, kapan kegiatan proses pembelajaran di sekolah-sekolah atau pesantren-pesantern bisa diselenggarakan dengan tatap muka? _Wallaahu A’lam bish Shawwaab._

Sejujurnya, setiap guru dan peserta didik, dosen dan mahasiswa, bahkan para orang tua mereka sangat mendambakan kegiatan proses pembelajaran bagi anak-anaknya dapat segera diselenggarakan dengan tatap muka, seperti sebelum ada wabah covid-19 ini.

Mereka sangat mendambakan kegiatan proses pembelajaran dengan tatap muka. Simak berikut ini alasan mereka :

1. kehadiran seorang guru di depan kelas tidak bisa tergantikan dengan canggihnya teknologi apapun saat ini;
2. terjadi interaksi yang positif antara guru, peserta didik dan teman-temannya;
3. secara psikologis peserta didik sudah mulai merasakan hari-hari yang membosankan _(boring days)_ dengan lingkungan rumahnya sendiri;
4. banyak orang tua yang kewalahan mendampingi putra putrinya belajar di rumah;
5. proses pendidikan untuk pendewasaan peserta didik akan mudah terbentuk;
6. mudah mengukur tingkat pemahaman peserta didik dengan berbagai bentuk penilaiannya;
7. target serap pembelajaran tidak sama dengan belajar dari rumah.

Karena kehadiran seorang guru di depan kelas tidak bisa tergantikan dengan canggihnya teknologi apapun saat ini, maka kegiatan pembelajaran tatap muka jauh lebih efektif ketimbang dilakukan secara jarak jauh _(Online)_.

_“Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara maju seperti Amerika. Bagaimana pun, pembelajaran yang terbaik adalah bertatap muka dan berinteraksi dengan guru dan teman-teman di sekolah,”_ demikian pendapat beberapa pendidik di YMPBS, Cijantung dan Bekasi.

Mengapa demikian? Dalam pembelajaran tatap muka banyak _’value’_ yang dapat disemai, seperti pendewasaan, spiritualitas, sosial, budaya, etika dan moral, yang hanya bisa diperoleh dengan interaksi sosial dalam lingkungan sekolah.

Dengan cara ini, peluang keberhasilan proses belajar akan lebih besar karena peserta didik mengalami pengalaman belajar secara nyata.

Walaupun dalam sepetak kelas berukuran 8 x 7 meter, guru bisa menghadirkan dunia yang luas dan bermakna di kelasnya. Inilah yang kemudian dikenal dengan ‘pengetahuan adalah kekuatan’ _(knowledge is power)_.

Dengan demikian kegiatan proses pembelajaran yang diselenggarakan selama pandemi covid-19 memberikan banyak pelajaran berharga bagi banyak orang tua.

Terakhir, minimal terkandung 2 hikmah dengan kegiatan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR), yaitu _pertama_, kembalinya peran orang tua sebagai sekolah yang utama (Al-Madrasatul Ulaa), dan _kedua_, ada waktu yang berkualitas _(quality time)_ yang bisa dimanfaatkan para orang tua bersama anak-anaknya di rumah.

_*Keep spirit and stay healthy*_
*_Fastabiqul Khairaat_*
—————————————————
Kranggan Permai, 5/9/2020 🙏🙏🙏

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Fan Pages

Video Terbaru

Statistik Web

  • 330096Total reads:
  • 203570Total visitors:
  • 1745Reads per month:
  • 0Visitors today:
  • 0Visitors currently online: